0
sebuah kamera
on
7:56:00 PM
in
My Wonderful Life
Saya menyukai foto. Ya, saya menganggap kalau moment itu nggak bisa diulang. Jadi kalau kita abadikan moment tersebut dalam sebuah gambar, pasti akan mempermudah kita untuk mengingatnya.
Saya sadar kalau setiap foto memiliki cerita. Bayangkan saja kalau mata kita adalah sebuah kamera, sudah ada berapa cerita disana. Makanya saya tak pernah lupa membawa camera pocket di tas saya untuk mengabadikan moment-moment yang saya lihat sehari-hari.
Tapi entah sudah berapa lama saya takut kalau difoto seorang diri. Kebanyakan foto-foto baru saya yang sedang sendiri, itu adalah hasil jepretan iseng temen-temen saya ketika saya tidak menyadarinya atau memang karena saya ingin memfoto suatu objek yang berada di dekat saya. Saya bukan hanya takut, tapi saya tidak pede difoto.
Kejadian ini terjadi beberapa waktu yang lalu, saat seseorang yang saya sayangi membanding-bandingkan foto saya dengan foto seorang cewek seumuran saya. Mulai saat itu saya takut difoto sendiri. Kenapa? karena orang itu mulai memperhatikan fisik saya lebih mendetail. Saya kurang inilah, itulah. Mendingan beginilah, begitulah. Saya jadi merasa seperti itik buruk rupa. Masih untung saya agak cuek. Tapi gimana kalau saya sensitif?mungkin saat ini saya sudah operasi plastik seperti michael jackson. Yiiii…hiiii!!!
Saya memang tidak terlalu nyaman diperhatikan sangat detail oleh seseorang karena saya nggak pernah mau berpura-pura jadi orang lain agar terlihat tanpa ‘cacad’. Saya ingin jadi diri saya sendiri. Maaf, saya amat sangat bersyukur dengan fisik saya meskipun saya nggak sekeren Angelina Jolie…hahaha :D
Anyway, seorang teman tanpa saya sadari memotret saya ketika saya sedang tidur . Padahal sebelumnya saya sempat mewanti wanti dia karena kalo udah kamera ditangan dia ya pasti dia bakalan ngepotret yang gak jelas sperti momotret saya yg lagi tidur. Sayang kameranya kalo musti motret cewek jorok dan asal-asalan seperti saya. Wajah saya juga nggak indah. Belum lagi saya nggak fotogenic. Tapi ketika foto-foto itu ia berikan ke saya, Membuat saya mulai berpikir, ternyata bukan orang yang difoto yang penting. Tapi 'moment' ketika objek itu difotolah yang menjadikan sebuah foto itu bernilai atau tidak, lagian fotonya juga gak jelek jelek amat, :D



Posting Komentar