0
DIA itu RIRIN atau AYU ?
on
2:58:00 AM
in
My Love Story
Sesaat pikirannya menerawang
Begitu banyak hal yang terjadi selama ini. Rasanya seperti melewati samudera besar dengan rakit kecil . Salah setitik saja, ia bisa tertelan hidup-hidup ke dalam lautan yang bernama kehidupan. begitu banyaknya peristiwa yang membuat ia merasa pikirannya hanyalah kecil.begitu kecil dan sempit, di dalam panjangnya waktu, ia harus bisa membuat otaknya berpikir akan satu hal, Kehilangan,, perasaan kehilangan yang begitu menusuk. ia berusaha menyimpan semua itu jauh jauh di belakang punngungnya dan tidak pernah ingin berbalik untuk melihatnya lagi.
Namun, satu hal yang membuat ia sadar, hal ketika ia masih bersama seorang double, bahwa ia MASIH HIDUP ! dia masih punya kehidupan, dia masih punya impian, dan dia masih punya masa depan. selama ini, ia gak pernah memikirkan hal itu, ia terlalu sibuk menghindar dari sebuah permasalahan.
Tetapi, semenjak ia dan doublenya pisah, pisah karena sebuah penghianatan itu membuat ia sadar kalau tak ada satupun seseorang yang mengerti, ia nyaris seperti dulu lagi, tangisan ! hanya tangisan yang ada dlam hidup nya, namun semenjak ia menemukan kembali sebuiah diary hijau dihadapannya. Diary yang terakhir kali ditulisnya pada saat kepergian double dari hidupnya. Diary yang sudah cukup lama disimpannya di laci meja belajar tanpa pernah tersentuh. Diary yang memuat semua kenangan dan ingatannya .. hanya tentang double.
Perlahan dibukanya halaman demi halaman. Diperhatikannya setiap ukiran tinta dan potongan-potongan kata-kata dan beberapa puisi dan beberapa foto. sesekali bibirnya tersemnyum tipis saat membaca beberapa bait puisi yang ditulisnya sendiri.
ini puisi terakhir yang dibuatnya di hari perpisahan itu terjadi. puisi yang terakhir kali ditulisnya, sekaligus puisi yang mengakhiri halaman Diary nya.
dan pada akhirnya semua memori yang selama ini dipendamnya rapat-rapat kembali muncul dan berputar ulang didepan matanya. dihadapannya seperti terbentang sebuah layar lebar yang menanyangkan seluruh masa lalu nya seluruh kenangannya..
Masih berbekas dengan jelas di matanya, bagaimana pertahananya runtuh saat pengkhianatan itu terjadi saat ia menmukan sebuah kata yang membuatnya tak percaya yang membuatnya harus melepaskan double. dengan mata tertutup pun, ia bisa membayangkan bagaimana rapuhnya ia saat tau orang yang paling dicintainya itu berpaling begitu saja. Masih bersisa rasa sakit hati yang selalu menggerogoti hari-hari nya saat harus hidup tanpa seseorang yang selalu menemani harinya. Dia masih ingat bagaimana suasana hatinya saat menulis puisi tadi.
Sudah tidak terhitung banyaknya air mata yang keluar. bagaimana penyesalan merobek-robek hatinya. bagaimana perasaan limbung yang menghantui emosinya. bagaimana keputusasaan menyerap semua harapannya yang tersisa. bagaimana ia mengharapakan adanya bintang jatuh yang bisa melemparnya ikut ke luar angkasa.. melepas semua kepenatan yang ada.
Bahkan beberapa bulan setelah ia merasa bahwa ia berbeda , bahwa ia memang tak patu dicintai, bahwa ia memang selayaknya begini, bahwa ia selalu dipermainkan oleh takdir, bahwa ia ditakdirkan untuk sendiri dan tk kenal bahagia, sampai pada saat ia telah mencapai puncak klimaks ! setelah ia menangis habis-habisan diam, tak kenal bahagia, bahkan ia kembali terkena anemia, sampai pada saat seorang teman mengucapkan sebuah ucapan ! ucapan yang menggugah kesadaranya. betapa lemahnya ia selama ini betapa banyak orang yang disusahkan karenanya, betapa banyak kehidupan yang ia tinggalkan setelah waktunya tersita hanya untuk diam dan mengenang seorang yang telah merubah hidupnya. sebuah ucapan, ucapan itu diucapkan ketika ia memandang tak tau arah, ucapan itu
"lo bodoh rin ! kejadian ini terjadi untuk kedua kalinya dalam hidup lo, pertama disaat lo kehilangan zaky, dan sekarang double ! lo lebih lemah dari yang gue duga, lo bodoh ! lo ngebiarin hidup lo berenti hanya karena seorang pengecut"
Detik itu, ia menangis . menangis gila-gilaan tanpa henti. Selama ini, hanya ada double dalam otaknya. selama ini ia terlalu terbelenggu oleh kepergian double dri hidupnya, hanya ada satu nama yang mengisi pikirannya. Nama yang membuatnya tidak lagi mengingat dunia nama yang membuatnya lengah dan terlupa. Dia lupaa.. dia bahkan melupakan sesuatu yang sangat penting dalam hidupnya .... sahabat
Ia merasa telah cukup menerima semua yang telah terjadi ia merasa telah cukup untuk dipermainkan oleh takdir.
Sejak saat itu, saat ketika ucapan itu sangat berpengaruh bagi dirinya, ia menyimpan semua ingatannya tentang double. seakan-akan ia memasukkan ke kotak, lalu menyimpan kotak itu ke suatu tempat dan menggemboknya. tidak ada orang yang bisa mengambil dan menyentuhnya. bahkan ia sendiri karena kunci gembok itu telah ia patahkan.
Ia berusaha menyimpan double. berusaha untuk tidak mengingatnya lagi. berusaha menghindari semua kenangan dan peristiwa atas nama double. dia kembali belajar untuk tertawa, belajar untuk hidup diatas sebuah kehilangan, hanya saja ia tak pernah belajar untuk menerima kenyataan. Tidak pernah belajar menerima bahwa double sudah bukan miliknya lagi. ia hanya menghindar.
Ia berusaha bangkit. bangkit kembali untuk memebenahi kehidupannya yang sudah luluh lantak, sebuah keluarga yang sangat sangat bisu, yang didalamnya hanya ada kata 'EGOIS' semua itu membuat ia merasa sendiri merasa tak ada satupun yang menyayanginya tulus dan kehidupan cintanya bersama double berujung tragis. ia menutup semuanya rapat-rapat. Ia kembali ceria. Hanya saja, dia jadi terlalu sering tertawa . Untuk hal-hal yang nggak lucu sekalipun, dia bisa tertawa terbahak-bahak.
dan perlahan semua itu hilang ..
tidak ada lagi perasaan sedih saat membaca Diary itu, tidak ada lagi perasaan gelisah saat mengingat semua kenangan itu, tidak ada lagi rasa kecewa yang sama. dan puisi itu hanyalah sebuah kata-kata yang tergores indah.
dan mungkin kisahnya bersama double udah mencapai kata The End?
Begitu banyak hal yang terjadi selama ini. Rasanya seperti melewati samudera besar dengan rakit kecil . Salah setitik saja, ia bisa tertelan hidup-hidup ke dalam lautan yang bernama kehidupan. begitu banyaknya peristiwa yang membuat ia merasa pikirannya hanyalah kecil.begitu kecil dan sempit, di dalam panjangnya waktu, ia harus bisa membuat otaknya berpikir akan satu hal, Kehilangan,, perasaan kehilangan yang begitu menusuk. ia berusaha menyimpan semua itu jauh jauh di belakang punngungnya dan tidak pernah ingin berbalik untuk melihatnya lagi.
Namun, satu hal yang membuat ia sadar, hal ketika ia masih bersama seorang double, bahwa ia MASIH HIDUP ! dia masih punya kehidupan, dia masih punya impian, dan dia masih punya masa depan. selama ini, ia gak pernah memikirkan hal itu, ia terlalu sibuk menghindar dari sebuah permasalahan.
Tetapi, semenjak ia dan doublenya pisah, pisah karena sebuah penghianatan itu membuat ia sadar kalau tak ada satupun seseorang yang mengerti, ia nyaris seperti dulu lagi, tangisan ! hanya tangisan yang ada dlam hidup nya, namun semenjak ia menemukan kembali sebuiah diary hijau dihadapannya. Diary yang terakhir kali ditulisnya pada saat kepergian double dari hidupnya. Diary yang sudah cukup lama disimpannya di laci meja belajar tanpa pernah tersentuh. Diary yang memuat semua kenangan dan ingatannya .. hanya tentang double.
Perlahan dibukanya halaman demi halaman. Diperhatikannya setiap ukiran tinta dan potongan-potongan kata-kata dan beberapa puisi dan beberapa foto. sesekali bibirnya tersemnyum tipis saat membaca beberapa bait puisi yang ditulisnya sendiri.
Jika sesuatu itu bisa seaneh cinta
berlari kemanapun ..
akan buntu oleh untaian angin
jika kehidupan itu adalah jalan tanpa ujung
akankah ada cabang yang berbeda
untukku dan untuknya ?
jika harapan tak lagi ada
masih bolehkan mengharapkan keajaiban ?
berpaling untuk menemukan serbuk peri
atau semanggi berdaun empat ..
jika waktu hanyalah detik yang berputar
ingin kukacaukan mesinnya agar diam
memutar jarumnya pada sebuah masa lalu
jika perpisahan selalu akhir dari pertemuan
apalah arti sulaman panah cupid?
jika kemarin menjadi sempit
haruskah aku mengejarnya ?
ini puisi terakhir yang dibuatnya di hari perpisahan itu terjadi. puisi yang terakhir kali ditulisnya, sekaligus puisi yang mengakhiri halaman Diary nya.
dan pada akhirnya semua memori yang selama ini dipendamnya rapat-rapat kembali muncul dan berputar ulang didepan matanya. dihadapannya seperti terbentang sebuah layar lebar yang menanyangkan seluruh masa lalu nya seluruh kenangannya..
Masih berbekas dengan jelas di matanya, bagaimana pertahananya runtuh saat pengkhianatan itu terjadi saat ia menmukan sebuah kata yang membuatnya tak percaya yang membuatnya harus melepaskan double. dengan mata tertutup pun, ia bisa membayangkan bagaimana rapuhnya ia saat tau orang yang paling dicintainya itu berpaling begitu saja. Masih bersisa rasa sakit hati yang selalu menggerogoti hari-hari nya saat harus hidup tanpa seseorang yang selalu menemani harinya. Dia masih ingat bagaimana suasana hatinya saat menulis puisi tadi.
Sudah tidak terhitung banyaknya air mata yang keluar. bagaimana penyesalan merobek-robek hatinya. bagaimana perasaan limbung yang menghantui emosinya. bagaimana keputusasaan menyerap semua harapannya yang tersisa. bagaimana ia mengharapakan adanya bintang jatuh yang bisa melemparnya ikut ke luar angkasa.. melepas semua kepenatan yang ada.
Bahkan beberapa bulan setelah ia merasa bahwa ia berbeda , bahwa ia memang tak patu dicintai, bahwa ia memang selayaknya begini, bahwa ia selalu dipermainkan oleh takdir, bahwa ia ditakdirkan untuk sendiri dan tk kenal bahagia, sampai pada saat ia telah mencapai puncak klimaks ! setelah ia menangis habis-habisan diam, tak kenal bahagia, bahkan ia kembali terkena anemia, sampai pada saat seorang teman mengucapkan sebuah ucapan ! ucapan yang menggugah kesadaranya. betapa lemahnya ia selama ini betapa banyak orang yang disusahkan karenanya, betapa banyak kehidupan yang ia tinggalkan setelah waktunya tersita hanya untuk diam dan mengenang seorang yang telah merubah hidupnya. sebuah ucapan, ucapan itu diucapkan ketika ia memandang tak tau arah, ucapan itu
"lo bodoh rin ! kejadian ini terjadi untuk kedua kalinya dalam hidup lo, pertama disaat lo kehilangan zaky, dan sekarang double ! lo lebih lemah dari yang gue duga, lo bodoh ! lo ngebiarin hidup lo berenti hanya karena seorang pengecut"
Detik itu, ia menangis . menangis gila-gilaan tanpa henti. Selama ini, hanya ada double dalam otaknya. selama ini ia terlalu terbelenggu oleh kepergian double dri hidupnya, hanya ada satu nama yang mengisi pikirannya. Nama yang membuatnya tidak lagi mengingat dunia nama yang membuatnya lengah dan terlupa. Dia lupaa.. dia bahkan melupakan sesuatu yang sangat penting dalam hidupnya .... sahabat
Ia merasa telah cukup menerima semua yang telah terjadi ia merasa telah cukup untuk dipermainkan oleh takdir.
Sejak saat itu, saat ketika ucapan itu sangat berpengaruh bagi dirinya, ia menyimpan semua ingatannya tentang double. seakan-akan ia memasukkan ke kotak, lalu menyimpan kotak itu ke suatu tempat dan menggemboknya. tidak ada orang yang bisa mengambil dan menyentuhnya. bahkan ia sendiri karena kunci gembok itu telah ia patahkan.
Ia berusaha menyimpan double. berusaha untuk tidak mengingatnya lagi. berusaha menghindari semua kenangan dan peristiwa atas nama double. dia kembali belajar untuk tertawa, belajar untuk hidup diatas sebuah kehilangan, hanya saja ia tak pernah belajar untuk menerima kenyataan. Tidak pernah belajar menerima bahwa double sudah bukan miliknya lagi. ia hanya menghindar.
Ia berusaha bangkit. bangkit kembali untuk memebenahi kehidupannya yang sudah luluh lantak, sebuah keluarga yang sangat sangat bisu, yang didalamnya hanya ada kata 'EGOIS' semua itu membuat ia merasa sendiri merasa tak ada satupun yang menyayanginya tulus dan kehidupan cintanya bersama double berujung tragis. ia menutup semuanya rapat-rapat. Ia kembali ceria. Hanya saja, dia jadi terlalu sering tertawa . Untuk hal-hal yang nggak lucu sekalipun, dia bisa tertawa terbahak-bahak.
dan perlahan semua itu hilang ..
tidak ada lagi perasaan sedih saat membaca Diary itu, tidak ada lagi perasaan gelisah saat mengingat semua kenangan itu, tidak ada lagi rasa kecewa yang sama. dan puisi itu hanyalah sebuah kata-kata yang tergores indah.
dan mungkin kisahnya bersama double udah mencapai kata The End?

Posting Komentar